There could be computers looking for life on Earth
Don't fight for the wrong side
Say what you feel like
Say how you feel...
(coldplay - twisted logic)
"Anda tidak cocok kerja di Air, sebaiknya anda kerja sebagai pedagang "Di atas itu cuplikan transkrip salah satu iklan layanan sms premium REG[spasi]PRIMBON.. Bagi yang lom liat iklannya, iklannya tuh nampilin seorang pria paruh baya yang lagi ngebersihin kolam kemudian datang si "orang pintar"nya itu dan dengan tegas memberikan pernyataan "Anda tidak cocok kerja di Air, sebaiknya anda kerja sebagai pedagang ".
"Ketik REG PRIMBON, Kirim ke 9877"
Hello world
Ga sadar sudah hampir 4 bulan saya tidak update blog ini. Bukan.. bukan tidak sempat, hanya saja belakangan apa yang ada di kepala ini rasanya sulit untuk ditumpahkan kedalam tulisan. FYI, sudah ada beberapa draft tulisan di daftar posting namun saya urungkan untuk mempublishnya.
Well, many things happens from my blog last update so let's see..
My computer went broken about two weeks ago..
Yah.. bahkan sekarang saya sedang menumpang dirumah paman untuk sekedar menulis blog ini.
Anyway, Ada hikmahnya juga computer rusak, karena saya harus lebih bersabar. Apalagi malaikat-malaikat kecil yang ada dirumah paman saya itu tidurnya cukup malam (sekitar 9.30 malam). Terpaksa saya harus dengan tabah menemani mereka bermain dulu, sebelum bisa menggunakan computer.
Inconsistency
Did you know how many commitments I've made to myself in last 6 month? So many.. and so many of them I break it by myself.. Haha, sepertinya saya tidak memiliki komitmen untuk memenuhi komitmen-komitmen itu, atau tepatnya tidak konsisten.
1. Berangkat dan bangun pagi.. [so many fail]
berangkat pagi sepertinya tabu untuk saya, fiuh..
2. Menabung.. [fail many times]
untuk menyisihkan 1/3 salary saya untuk menabung rasanya sulit sekali. Untuk ukuran seorang jomblo, expenses saya sangat tidak terkontrol bahkan ada beberapa kali saya mengalami benar-benar kehabisan uang di akhir bulan.. Hm.. sungguh memalukan..
3. Tidak menganggu satu orang itu lagi.. [done at last]
Sulit sekali rasanya saya untuk tidak menganggu orang itu.. Hal pertama yang saya lakukan adalah untuk mengurangi intensitas SMS dan telepon tidak berguna.. Yah it works.. bahkan sepertinya saat ini kita sudah saling tidak mengenal, hee.. Good for her
Anyway, maafkan saya karena tidak mampu membuatmu merasa nyaman..
*guess what? As my inconsistency in life, I try to reach her again these days.. tapi sepertinya takdir berkata tidak untuk ku*
4. Stop Whining.. [still trying]
Ya bahkan sahabat terbaik saya sudah mengeluh dengan masalah-masalah saya yang itu-itu saja.. Salah saya memang hanya bercerita satu topic kepada mereka, walaupun ada sejuta topic lagi yang sebenarnya bisa saya bahas dengannya.. Namun ketika ego berbicara, saya menjadi berpikir kalau masalah-masalah itu dapat saya selesaikan tanpa bantuan mereka *dan ternyata saya salah*
Maafkan saya kawan, kalian bercerita banyak hal tentang dunia namun saya membalasnya hanya dengan bercerita sedikit saja tentang dunia saya.. *
5. Fitness
Oh ya, minggu kemarin saya fitness sebentar, angkat-angkat lemari.. karena kebetulan eva teman saya pindahan. Lumayan membuat saya merasa badan ini rontok, karena jujur sudah hampir 3 tahun, saya nyaris tidak lagi berolah raga.
itu aja kayanya, hee :D
Alkisah disuatu senja di salah satu ruas jalan di Jakarta. Dua orang sahabat karib terlibat dalam percakapan aneh dalam perjalanan pulang mereka. Mereka adalah A sang pengemudi motor dan B sang pembonceng dan perlu dicatat dari sekarang mereka berdua adalah pencinta wanita. Memang sudah kebiasaan mereka atau lebih tepatnya kebiasaan si B untuk berangkat dan pulang kuliah bersama-sama, secara lebih hemat dan cepat (bagi si B tentunya :D). Percakapan itu dimulai oleh permintaan dadakan si B kepada si A ditengah jalan, "A, lu anterin gue ampe perempatan skul aj ya ?", ujar B. "Iyeh", A menjawab dengan singkat. Selang beberapa waktu, tibalah mereka di lampu merah perempatan skul. Namun anehnya si A ini yang memang terkenal murah hati dan tidak sombong tidak menepikan motornya. Sepertinya si A ingin mengantarkan si B ke rumahnya. "A, koq lu ga nepi? Yo weis deh, nanti di perempatan lapangan gue turun yah?" Si A hanya terdiam dan tidak menjawab apapun. Setelah sampai di perempatan lapangan kembali si A tidak menepikan motornya. Kala itu, perempatan lapangan cukup ramai oleh kendaraan-kendaraan lain. Memang si A tidak salah dengan tidak menepikan motornya. Ia hanya mengikuti kodrat yang ditakdirkan Tuhannya untuk bermurah hati dengan cara mengantarkan sohib karibnya sampai kerumahnya dengan selamat, meskipun jarak kedua rumah mereka sekitar 7 KM. "A, lu koq ga nepi? Ya udah gue turun dimari ya", kata si B. Di tengah jalan si B mencopot helmnya dan turun dari motor seraya berucap terima kasih kepada si A. Sontak si A kaget dan dengan setengah berteriak, si A berkata: "Babes (baca: bebs), lo mo kemana?" Seketika itu juga, seluruh pengendara yang berada disekitar mereka langsung mengalihkan pandangan kepada kedua sobat karib itu sambil mengerutkan dahi karena kebingungan (si B kebetulan berambut panjang, bermuka manis *HAH???* namun sayang berkumis, he3x). Si B yang bergerak cepat untuk sampai ke trotoar sehingga tidak mendengar teriakan si A karena fokus untuk menyebrang jalan. Ketika B sampai di trotoar, ia menyadari ada puluhan pasang mata sedang mengamatinya dari ujung kepala sampai ujung kaki. Kebetulan bus yang akan ditumpanginnya untuk menempuh sisa jarak 5 KM tersebut telah tiba, segeralah ia naik ke atas bus dan tidak berpikir apa-apa soal puluhan pasang mata tadi. Satu minggu kemudian, si A dan si B bertemu. Si A berkata kepada si B, "Lu ngapain siyh turun ditengah jalan?". "Lah lu tuh! Gue dah bilang kalo gue mo turun di perempatan lapangan. Lu malah ga nepi, ya gue turun ajah", kata si B Si A kemudian bercerita soal teriakannya kemarin dan bagaimana para supir mikrolet (beserta penumpang), tukang bajaj dan bikers lain langsung mengamati mereka berdua. "Pantesan ajah, koq tiba2 pada ngeliatin gue. Gue pikir itu pasti berkat muka ganteng gue ini, ternyata ulah lo toh", kelakar si B yang menunjukkan keoverpedean akibat kerusakan otak permanent. And they all happy together. FIN. Mari kita telaah baik-baik kenapa pengendara lain tiba-tiba bingung setelah mendengar teriakan itu (pesan sponsor: telaah ini terselenggara berkat kerjasama antara penulis dan kejeniusan +1-nya :D ), sebagai berikut: Well, in fact memang si B itu punya satu panggilan yaitu Babeh namun terkadang beberapa temannya memplesetkannya menjadi Beib or Babes (baca: bebs). Fakta kedua yang didapat adalah si B memang sedang berkeinginan untuk tidak merepotkan si A. Si B berkata "Lagi pengen sekali-kali ga ngerepotin si A. Tapi sekali aja ya ga ngerepotinnya? hehehe". Fakta ketiga adalah mereka berdua pencinta wanita sejati yang sudah dituliskan di awal cerita ini (walaupun belum terbukti pada kenyataannya). So, apa kandungan moral dari cerita ini? Pertama, jangan teriak sembarangan di tengah jalan yang rame yang mungkin memancing persepsi-persepsi negative. Kedua, jangan juga berprasangka buruk terhadap suatu kejadian :D. Pesan ketiga, kalo aneh baca cerita ini, coba baca sekali lagi, kalo masih bingung dan aneh, coba deh baca untuk ketiga kalinya. Tapi kalo masih berasa aneh juga, kesalahan bukan pada Anda para pembaca, namun pada penulisnya yang jasjus ga jelas dengan diksi yang aneh beserta tata bahasa yang ancur. Akhir kata, jangan dipikirin ceritanya dan terima kasih sebesar-besarnya karena telah meluangkan waktu untuk membaca cerita ga jelas ini. That's all folks :D Thanks